Mendiktisaintek akan bantu mahasiswa Harvard terancam dipulangkan

Titiknalar
27 May 2025 09:44
Pendidikan 0 73
2 minutes reading

Jakarta, TitikNalar – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyebutkan akan membantu penerima beasiswa yang melakukan studi di Universitas Harvard, AS jika mereka dipulangkan.

“Nanti kita lihat lagi ya kalau memang ada masalah kita pasti akan bantu,” kata Mendiktisaintek diterima di Jakarta, Selasa.

Menteri Brian menyebutkan juga tanggapan dari Atase Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia di AS untuk melihat apa yang bisa dilakukan oleh pemerintah untuk pelajar Indonesia.

Sebelumnya, diketahui Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mencabut sertifikasi Universitas Harvard di bawah Student and Exchange Visitor Program (SEVP), yang secara efektif melarang lembaga tersebut menerima mahasiswa asing baru.

Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Kristi Noem mengumumkan keputusan tersebut. “Semoga hal ini menjadi peringatan bagi semua universitas dan institusi akademis di negara ini. Menerima mahasiswa asing adalah sebuah hak istimewa — bukan hak — dan hak istimewa itu telah dicabut mengingat Harvard telah berulang kali gagal mematuhi hukum federal,” ujar Noem dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Kemlu menyiapkan bantuan kekonsuleran bagi 87 mahasiswa RI di Harvard

Departemen Keamanan Dalam Negeri (Department of Homeland Security/DHS) AS menyatakan bahwa selain melarang penerimaan siswa asing di masa mendatang, siswa asing yang telah terdaftar saat ini harus pindah agar tidak kehilangan status hukum mereka.

Menyanggapi hal tersebut, Harvard mengeluarkan sebuah pernyataan yang menyebut tindakan pemerintah itu melanggar hukum dan berbahaya.

“Kami sepenuhnya berkomitmen untuk mempertahankan kemampuan Harvard dalam menampung para mahasiswa dan cendekiawan internasional, yang berasal dari 140 lebih negara dan telah memperkaya universitas ini — dan bangsa ini — tanpa hingga. Kami sedang bekerja dengan cepat untuk memberikan panduan dan dukungan kepada anggota komunitas kami. Aksi balasan ini menciptakan ancaman serius bagi komunitas Harvard dan negara kita, serta merongrong misi akademis dan penelitian Harvard,” kata pernyataan itu.

Pada bulan April lalu, pemerintahan Trump membekukan dana hibah federal senilai 2,2 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp16.313) untuk Harvard, setelah universitas tersebut menolak permintaan untuk menghapus program keberagaman, kesetaraan, dan inklusi, serta menyampaikan mahasiswa asing dengan alasan kekhawatiran ideologis.

Per semester musim gugur 2023, mahasiswa asing di Harvard mencakup lebih dari 27 persen dari jumlah mahasiswanya, ungkap data universitas tersebut.

Sumber : ANTARA, 27 Mei 2025, https://m.antaranews.com/berita/4861037/mendiktisaintek-akan-bantu-mahasiswa-harvard-terancam-dipulangkan?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=top_news

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *