{"id":1179,"date":"2025-06-10T03:05:26","date_gmt":"2025-06-10T03:05:26","guid":{"rendered":"https:\/\/titiknalar.com\/?p=1179"},"modified":"2025-06-10T03:05:26","modified_gmt":"2025-06-10T03:05:26","slug":"badan-geologi-paparkan-analisis-gempa-50-magnitudo-di-pangandaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/2025\/06\/10\/badan-geologi-paparkan-analisis-gempa-50-magnitudo-di-pangandaran\/","title":{"rendered":"Badan Geologi paparkan analisis gempa 5,0 magnitudo di Pangandaran"},"content":{"rendered":"<p>Bandung, <strong>TitikNalar<\/strong> &#8211; Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memaparkan analisis tentang gempa bumi berkekuatan 5,0 magnitudo yang mengguncang wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Senin (9\/6) malam.<\/p>\n<p>Kepala Badan Geologi M Wafid menjelaskan bahwa lokasi pusat gempa berada di laut, dengan wilayah sekitarnya memiliki morfologi dataran, perbukitan, hingga pegunungan terjal.<\/p>\n<p>\u201cSebagian batuan telah mengalami pelapukan, endapan kuarter, dan batuan yang telah lapuk bersifat urai, lepas, lunak, dan belum kompak, sehingga dapat memperkuat efek guncangan dan meningkatkan kerawanan terhadap gempa bumi,\u201d kata Wafid di Bandung, Selasa.<\/p>\n<p>Wafid menjelaskan wilayah ini didominasi oleh tanah lunak, tanah sedang dan tanah keras serta tersusun dari batuan sedimen tersier, endapan kuarter, dan sebagian batuan pra-tersier.<\/p>\n<p>Badan Geologi melaporkan gempa ini menunjukkan pola sesar naik (thrust fault) dengan komponen oblique mengiri berarah Barat Laut \u2013 Tenggara.<\/p>\n<p>Gempa berasosiasi dengan aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia di selatan Jawa, dan tergolong sebagai gempa bumi antar-lempeng.<\/p>\n<p>Pada 9 Juni pukul 23.55 WIB, BMKG mencatat gempa bumi berkekuatan 5,0 magnitudo mengguncang Kabupaten Pangandaran. Gempa bumi itu berpusat di laut, pada koordinat 8,08\u00b0 Lintang Selatan dan 108,72\u00b0 Bujur Timur, berjarak sekitar 48 kilometer tenggara Kabupaten Pangandaran, dengan kedalaman 47 kilometer.<\/p>\n<p>Menurut Wafid, guncangan gempa bumi dirasakan pada kawasan dengan tingkat kerentanan gempa yang bervariasi, dari rendah hingga tinggi.<\/p>\n<p>BMKG melaporkan gempa ini dirasakan dengan intensitas III MMI di Kabupaten Pangandaran dan II\u2013III MMI di wilayah Cilacap, Banyumas, Kebumen, Tasikmalaya, dan Garut.<\/p>\n<p>\u201cHingga laporan kami susun pada Selasa pagi pukul 06.30 WIB, tidak ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa. Gempa ini juga tidak berpotensi menimbulkan tsunami,\u201d kata dia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Sumber : ANTARA, 10 Juni 2025, https:\/\/m.antaranews.com\/berita\/4887769\/badan-geologi-paparkan-analisis-gempa-50-magnitudo-di-pangandaran?utm_source=antaranews&amp;utm_medium=desktop&amp;utm_campaign=top_news<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandung, TitikNalar &#8211; Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memaparkan analisis tentang gempa bumi berkekuatan 5,0 magnitudo yang mengguncang wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Senin (9\/6) malam. Kepala Badan Geologi M Wafid menjelaskan bahwa lokasi pusat gempa berada di laut, dengan wilayah sekitarnya memiliki morfologi dataran, perbukitan, hingga pegunungan terjal. \u201cSebagian batuan telah mengalami pelapukan, endapan kuarter, dan batuan yang telah lapuk bersifat urai, lepas, lunak, dan belum kompak, sehingga dapat memperkuat efek guncangan dan meningkatkan kerawanan terhadap gempa bumi,\u201d kata Wafid di Bandung, Selasa. Wafid menjelaskan wilayah ini didominasi oleh tanah lunak, tanah sedang dan tanah keras serta tersusun dari batuan sedimen tersier, endapan kuarter, dan sebagian batuan pra-tersier. Badan Geologi melaporkan gempa ini menunjukkan pola sesar naik (thrust fault) dengan komponen oblique mengiri berarah Barat Laut \u2013 Tenggara. Gempa berasosiasi dengan aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia di selatan Jawa, dan tergolong sebagai gempa bumi antar-lempeng. Pada 9 Juni pukul 23.55 WIB, BMKG mencatat gempa bumi berkekuatan 5,0 magnitudo mengguncang Kabupaten Pangandaran. Gempa bumi itu berpusat di laut, pada koordinat 8,08\u00b0 Lintang Selatan dan 108,72\u00b0 Bujur Timur, berjarak sekitar 48 kilometer tenggara Kabupaten Pangandaran, dengan kedalaman 47 kilometer. Menurut Wafid, guncangan gempa bumi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1180,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-1179","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1179","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1179"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1179\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1181,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1179\/revisions\/1181"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1180"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1179"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1179"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1179"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}