{"id":1219,"date":"2025-06-12T04:58:12","date_gmt":"2025-06-12T04:58:12","guid":{"rendered":"https:\/\/titiknalar.com\/?p=1219"},"modified":"2025-06-12T04:58:12","modified_gmt":"2025-06-12T04:58:12","slug":"gunung-raung-erupsi-lima-kali-pada-kamis-pagi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/2025\/06\/12\/gunung-raung-erupsi-lima-kali-pada-kamis-pagi\/","title":{"rendered":"Gunung Raung erupsi lima kali pada Kamis pagi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Jember, Jawa Timur <\/span><\/span><strong><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">(TitikNalar)<\/span><\/span><\/strong><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"> &#8211; Gunung Raung yang berada di perbatasan Kabupaten Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi, Jawa Timur, tercatat mengalami letusan sebanyak lima kali dengan letusan setinggi 1.000 meter di atas puncak pada Kamis pagi.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Letusan pertama terjadi pukul 00.55 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.332 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan, barat daya, dan barat.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">&#8220;Gunung Raung kembali erupsi pada pukul 02.05 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah tenggara. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung,&#8221; kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Raung Mukijo dalam laporan tertulis di Jember, Kamis.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Letusan ketiga terjadi pukul 03.00 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah tenggara.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Gunung yang memiliki ketinggian 3.332 mdpl itu meletus kembali pada pukul 04.30 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah tenggara.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">\u201cErupsi kelima terjadi pukul 04.41 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.332 mdpl. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan. Saat laporan dibuat, erupsi masih berlangsung,\u201d tuturnya.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Selama beberapa hari terakhir ini, Gunung Raung hampir setiap hari meletus dengan letusan tinggi yang bervariasi dari 400 meter hingga 1.000 meter di atas puncak yang menyebabkan turunnya hujan abu tipis di sejumlah kawasan sesuai arah angin.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Gunung Raung berada pada status Level II (Waspada), sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan rekomendasi agar masyarakat dan pengunjung\/wisatawan tidak mendekati pusat erupsi di kawah puncak dengan radius tiga kilometer dan menuruni kaldera serta bermalam di kawasan kawah.<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Sumber : ANTARA, 12 Juni 2025, https:\/\/m.antaranews.com\/berita\/4893453\/gunung-raung-erupsi-lima-kali-pada-kamis-pagi?utm_source=antaranews&amp;utm_medium=desktop&amp;utm_campaign=top_news<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jember, Jawa Timur (TitikNalar) &#8211; Gunung Raung yang berada di perbatasan Kabupaten Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi, Jawa Timur, tercatat mengalami letusan sebanyak lima kali dengan letusan setinggi 1.000 meter di atas puncak pada Kamis pagi. Letusan pertama terjadi pukul 00.55 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.332 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan, barat daya, dan barat. &#8220;Gunung Raung kembali erupsi pada pukul 02.05 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah tenggara. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung,&#8221; kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Raung Mukijo dalam laporan tertulis di Jember, Kamis. Letusan ketiga terjadi pukul 03.00 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah tenggara. Gunung yang memiliki ketinggian 3.332 mdpl itu meletus kembali pada pukul 04.30 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah tenggara. \u201cErupsi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1221,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-1219","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1219","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1219"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1219\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1222,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1219\/revisions\/1222"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1221"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1219"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1219"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1219"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}