{"id":1247,"date":"2025-06-13T03:34:55","date_gmt":"2025-06-13T03:34:55","guid":{"rendered":"https:\/\/titiknalar.com\/?p=1247"},"modified":"2025-06-13T04:09:03","modified_gmt":"2025-06-13T04:09:03","slug":"mendiktisaintek-pertumbuhan-ekonomi-dimulai-dari-perguruan-tinggi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/2025\/06\/13\/mendiktisaintek-pertumbuhan-ekonomi-dimulai-dari-perguruan-tinggi\/","title":{"rendered":"Mendiktisaintek: Pertumbuhan ekonomi dimulai dari perguruan tinggi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Jakarta, <\/span><\/span><strong><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">TitikNalar<\/span><\/span><\/strong><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"> &#8211; Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto penekanan peran perguruan tinggi sebagai sumber penelitian dan inovasi industri dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, seperti yang terjadi pada negara penyangga tinggi.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">\u201cTidak ada bangsa yang bisa mendorong pertumbuhan tanpa industri yang kuat. Industri tidak akan tumbuh tanpa riset dan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dari perguruan tinggi,\u201d katanya melalui keterangan di Jakarta, Jumat.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Menteri Brian memaparkan peningkatan pendapatan per kapita menjadi sama dengan pertumbuhan negara tinggi, menurunkan jumlah masyarakat miskin secara signifikan, meningkatkan kepemimpinan dan pengaruh dunia internasional, serta meningkatkan daya saing SDM menjadi Arah Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) menuju visi Indonesia Emas 2045.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">\u201cVisi Presiden dan Wakil Presiden RI ini relevan dengan bagaimana kita bisa mengadopsi ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan sektor perekonomian di negara kita,\u201d lanjutnya.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Sejak tahun 2000, jelas Menteri Brian, pertumbuhan ekonomi terbesar didorong oleh inovasi dan teknologi. Berkaca dari hal tersebut, diperlukan rencana strategi melalui kolaborasi intensif bersama industri dan perguruan tinggi untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi di atas angka 8 persen pada masa kini.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Menurutnya, sumber pertumbuhan ekonomi di negara-negara tinggi seperti Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok berasal dari penelitian dan inovasi yang dilakukan di perguruan tinggi.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Selain itu, Menteri Brian juga menekankan bahwa pemerintah daerah perlu juga mengikutsertakan para ahli dari perguruan tinggi setempat untuk meningkatkan kinerja daerah. Hal ini juga dapat meningkatkan peran peneliti sesuai kemampuan mereka.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Sejalan dengan pernyataan tersebut, data dari World Development Report 2024 menunjukkan bahwa Indonesia masih harus meningkatkan kapasitas penelitiannya sebanyak sekitar 10 kali lipat, yakni menyediakan sekitar 4.000 peneliti untuk setiap satu juta masyarakat, agar mampu menyamai kapasitas penelitian di negara-negara yang sudah mencapai puncaknya.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">\u201cKeadaan negara sangat bergantung dengan bagaimana kita bisa memahami dan menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk masyarakat kita. Semua ini terkait riset, inovasi, dan bagaimana kita menghasilkan SDM bermutu tinggi,\u201d ucap Mendiktisaintek Brian Yuliarto.<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Sumber : ANTARA, 13 Juni 2025, https:\/\/m.antaranews.com\/berita\/4896585\/mendiktisaintek-pertumbuhan-ekonomi-dimulai-dari-perguruan-tinggi?utm_source=antaranews&amp;utm_medium=mobile&amp;utm_campaign=latest_category<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, TitikNalar &#8211; Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto penekanan peran perguruan tinggi sebagai sumber penelitian dan inovasi industri dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, seperti yang terjadi pada negara penyangga tinggi. \u201cTidak ada bangsa yang bisa mendorong pertumbuhan tanpa industri yang kuat. Industri tidak akan tumbuh tanpa riset dan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dari perguruan tinggi,\u201d katanya melalui keterangan di Jakarta, Jumat. Menteri Brian memaparkan peningkatan pendapatan per kapita menjadi sama dengan pertumbuhan negara tinggi, menurunkan jumlah masyarakat miskin secara signifikan, meningkatkan kepemimpinan dan pengaruh dunia internasional, serta meningkatkan daya saing SDM menjadi Arah Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) menuju visi Indonesia Emas 2045. \u201cVisi Presiden dan Wakil Presiden RI ini relevan dengan bagaimana kita bisa mengadopsi ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan sektor perekonomian di negara kita,\u201d lanjutnya. Sejak tahun 2000, jelas Menteri Brian, pertumbuhan ekonomi terbesar didorong oleh inovasi dan teknologi. Berkaca dari hal tersebut, diperlukan rencana strategi melalui kolaborasi intensif bersama industri dan perguruan tinggi untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi di atas angka 8 persen pada masa kini. Menurutnya, sumber pertumbuhan ekonomi di negara-negara tinggi seperti Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok berasal dari penelitian dan inovasi yang dilakukan di perguruan tinggi. Selain itu, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1248,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-1247","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1247","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1247"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1247\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1250,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1247\/revisions\/1250"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1248"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1247"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1247"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1247"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}