{"id":188,"date":"2025-05-02T04:50:45","date_gmt":"2025-05-02T04:50:45","guid":{"rendered":"https:\/\/titiknalar.com\/?p=188"},"modified":"2025-05-03T06:16:52","modified_gmt":"2025-05-03T06:16:52","slug":"ngeri-mobil-tabrak-anak-anak-sd-di-jepang-pengemudi-ditangkap","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/2025\/05\/02\/ngeri-mobil-tabrak-anak-anak-sd-di-jepang-pengemudi-ditangkap\/","title":{"rendered":"Ngeri Mobil Tabrak Anak-anak SD di Jepang, Pengemudi Ditangkap"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Tokyo, <\/span><\/span><strong><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">TitikNalar<\/span><\/span><\/strong><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"> &#8211; Kepolisian Jepang menangkap seorang pria terkait insiden mobil menabrak sekelompok anak-anak Sekolah Dasar (SD) di kota Osaka. Pria yang ditangkap itu mengakui dirinya sengaja menabrakkan kendaraannya ke anak-anak sekolah tersebut.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Anak-anak SD itu, seperti dilansir AFP, Jumat (2\/5\/2025), sedang dalam perjalanan pulang dari sekolah ketika kejadian itu terjadi pada Kamis (1\/5) waktu setempat. Mereka mengalami luka-luka akibat kejadian itu dan segera dilarikan ke rumah sakit setempat, namun semuanya dilaporkan masih sadarkan diri.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Seorang pejabat kepolisian Osaka, yang enggan disebut namanya, mengatakan si pengemudi merupakan seorang pria berusia 28 tahun yang tinggal di ibu kota Jepang, Tokyo.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Menurut pejabat kepolisian itu, si pengemudi telah mengakui dirinya secara sengaja menabrakkan mobilnya dengan niat membunuh.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">&#8220;Saya muak dengan semuanya, jadi saya memutuskan untuk membunuh orang dengan menabrakkan mobil yang saya kendarai ke beberapa anak Sekolah Dasar,&#8221; kata pria pengemudi mobil itu, seperti dikutip sang pejabat polisi yang berbicara kepada AFP.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Enam siswa lainnya, yang semuanya laki-laki, mengalami cedera yang relatif lebih ringan yang meliputi memar dan goresan, dan mereka sedang menjalani pemeriksaan secara menyeluruh.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Keterangan seorang Saksi mata kepada Nippon TV menyebut mobil itu melaju secara &#8220;zig-zag&#8221; saat menabrak anak-anak sekolah tersebut, dengan seorang anak perempuan &#8220;berlumuran darah dan anak-anak lainnya mengalami apa yang tampak seperti luka goresan&#8221;.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Pengemudi mobil itu, menurut saksi mata, mengenakan masker dan &#8220;tampak seperti syok&#8221; setelah diseret keluar dari mobil oleh guru-guru sekolah setempat.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Tindak kejahatan dengan kekerasan relatif jarang terjadi di Jepang. Namun kejadian yang mengejutkan terkadang terjadi.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Salah satunya tahun 2008 lalu, ketika seorang pria bernama Tomohiro Kato menabrak truk sewaan seberat dua ton ke pejalan kaki di distrik Akihabara, Tokyo, sebelum dia keluar dan melakukan serangan penusukan secara brutal hingga mencapai tujuh orang.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Kato dijatuhi hukuman mati dan telah dijatuhi hukuman gantung tahun 2022 lalu.<\/span><\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Sumber: detikNews, Jum&#8217;at, 02 Mei 2025, https:\/\/news.detik.com\/internasional\/d-7895766\/ngeri-mobil-tabrak-anak-anak-sd-di-jepang-pengemudi-ditangkap.<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tokyo, TitikNalar &#8211; Kepolisian Jepang menangkap seorang pria terkait insiden mobil menabrak sekelompok anak-anak Sekolah Dasar (SD) di kota Osaka. Pria yang ditangkap itu mengakui dirinya sengaja menabrakkan kendaraannya ke anak-anak sekolah tersebut. Anak-anak SD itu, seperti dilansir AFP, Jumat (2\/5\/2025), sedang dalam perjalanan pulang dari sekolah ketika kejadian itu terjadi pada Kamis (1\/5) waktu setempat. Mereka mengalami luka-luka akibat kejadian itu dan segera dilarikan ke rumah sakit setempat, namun semuanya dilaporkan masih sadarkan diri. Seorang pejabat kepolisian Osaka, yang enggan disebut namanya, mengatakan si pengemudi merupakan seorang pria berusia 28 tahun yang tinggal di ibu kota Jepang, Tokyo. Menurut pejabat kepolisian itu, si pengemudi telah mengakui dirinya secara sengaja menabrakkan mobilnya dengan niat membunuh. &#8220;Saya muak dengan semuanya, jadi saya memutuskan untuk membunuh orang dengan menabrakkan mobil yang saya kendarai ke beberapa anak Sekolah Dasar,&#8221; kata pria pengemudi mobil itu, seperti dikutip sang pejabat polisi yang berbicara kepada AFP. Enam siswa lainnya, yang semuanya laki-laki, mengalami cedera yang relatif lebih ringan yang meliputi memar dan goresan, dan mereka sedang menjalani pemeriksaan secara menyeluruh. Keterangan seorang Saksi mata kepada Nippon TV menyebut mobil itu melaju secara &#8220;zig-zag&#8221; saat menabrak anak-anak sekolah tersebut, dengan seorang anak perempuan &#8220;berlumuran darah dan anak-anak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":189,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-188","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-internasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/188","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=188"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/188\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":264,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/188\/revisions\/264"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/189"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=188"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=188"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=188"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}