{"id":2257,"date":"2026-04-21T07:40:09","date_gmt":"2026-04-21T07:40:09","guid":{"rendered":"https:\/\/titiknalar.com\/?p=2257"},"modified":"2026-04-21T08:43:10","modified_gmt":"2026-04-21T08:43:10","slug":"krisis-fasilitas-di-sdn-005-langgini-tiga-kelas-terpaksa-numpang-di-mushala-dan-perpustakaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/2026\/04\/21\/krisis-fasilitas-di-sdn-005-langgini-tiga-kelas-terpaksa-numpang-di-mushala-dan-perpustakaan\/","title":{"rendered":"Krisis Fasilitas di SDN 005 Langgini: Tiga Kelas Terpaksa &#8216;Numpang&#8217; di Mushala dan Perpustakaan"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">KAMPAR, TitikNalar<\/span><\/span><\/b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"> \u00a0\u2013 Kondisi memprihatinkan menimpa ratusan siswa di SDN 005 Langgini, Kecamatan Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar. Sebanyak tiga rombongan belajar (rombel) terpaksa menjalani proses belajar mengajar dengan cara duduk di lantai (lesehan) karena ketiadaan fasilitas kursi dan meja belajar yang memadai.<\/span><\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Kelas ketiga tersebut adalah Kelas 2A, 2B, dan 2C. Tidak hanya harus duduk beralaskan lantai, para siswa juga terpaksa membawa meja kecil sendiri dari rumah untuk bisa menulis.<\/span><\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Berdasarkan pantauan di lapangan, ketiadaan ruang kelas permanen membuat para siswa harus &#8220;menumpang&#8221; di ruangan fungsional lainnya. Kelas 2A menggunakan ruang perpustakaan, Kelas 2B di ruang LKS, sementara Kelas 2C menempati mushala sekolah.<\/span><\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya. Saya menduga sekolah kekurangan ruang kelas akibat membeludaknya jumlah siswa, sehingga fasilitas penunjang tidak lagi mencukupi.<\/span><\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">\u201cAnak-anak kelas 2 harus membawa meja lipat sendiri dari rumah karena di sekolah memang tidak ada kursi dan meja untuk mereka. Sepertinya jumlah teman belajar tidak sebanding dengan kapasitas ruangan yang ada,\u201d ujarnya kepada pers.<\/span><\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Kondisi ini pun dikeluhkan oleh para siswa. Seorang siswi kelas 2A mengaku harus membeli meja kecil menggunakan uang pribadi orang tuanya agar tetap bisa mengikuti pelajaran.<\/span><\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">&#8220;Meja ini beli sendiri pakai uang orang tua, Pak. Kami belajarnya di lantai di perpustakaan. Kami tidak tahu kenapa sekolah tidak menyediakan meja,&#8221; ungkap siswi tersebut polos.<\/span><\/span><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Hingga berita ini diturunkan, Pihak Sekolah belum memberikan Keterangan resmi Namun <\/span><\/span>Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar, Plt. Zulkifli Yunus, merespons cepat laporan tersebut.<\/p>\n<p>\u201cBaik, besok pagi kami cek langsung ke lapangan. Terima kasih informasinya,\u201d ujarnya singkat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KAMPAR, TitikNalar \u00a0\u2013 Kondisi memprihatinkan menimpa ratusan siswa di SDN 005 Langgini, Kecamatan Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar. Sebanyak tiga rombongan belajar (rombel) terpaksa menjalani proses belajar mengajar dengan cara duduk di lantai (lesehan) karena ketiadaan fasilitas kursi dan meja belajar yang memadai. Kelas ketiga tersebut adalah Kelas 2A, 2B, dan 2C. Tidak hanya harus duduk beralaskan lantai, para siswa juga terpaksa membawa meja kecil sendiri dari rumah untuk bisa menulis. Berdasarkan pantauan di lapangan, ketiadaan ruang kelas permanen membuat para siswa harus &#8220;menumpang&#8221; di ruangan fungsional lainnya. Kelas 2A menggunakan ruang perpustakaan, Kelas 2B di ruang LKS, sementara Kelas 2C menempati mushala sekolah. Salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya. Saya menduga sekolah kekurangan ruang kelas akibat membeludaknya jumlah siswa, sehingga fasilitas penunjang tidak lagi mencukupi. \u201cAnak-anak kelas 2 harus membawa meja lipat sendiri dari rumah karena di sekolah memang tidak ada kursi dan meja untuk mereka. Sepertinya jumlah teman belajar tidak sebanding dengan kapasitas ruangan yang ada,\u201d ujarnya kepada pers. Kondisi ini pun dikeluhkan oleh para siswa. Seorang siswi kelas 2A mengaku harus membeli meja kecil menggunakan uang pribadi orang tuanya agar tetap bisa mengikuti pelajaran. &#8220;Meja ini beli sendiri pakai uang orang tua, Pak. Kami [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2258,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,14],"tags":[],"class_list":["post-2257","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-daerah","category-kampar"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2257","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2257"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2257\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2261,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2257\/revisions\/2261"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2258"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2257"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2257"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2257"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}