{"id":2262,"date":"2026-04-21T14:24:03","date_gmt":"2026-04-21T14:24:03","guid":{"rendered":"https:\/\/titiknalar.com\/?p=2262"},"modified":"2026-04-21T14:40:02","modified_gmt":"2026-04-21T14:40:02","slug":"kearifan-lokal-lubuk-larangan-terancam-musnah-ketua-hippemarki-segera-bertindak-atau-hancur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/2026\/04\/21\/kearifan-lokal-lubuk-larangan-terancam-musnah-ketua-hippemarki-segera-bertindak-atau-hancur\/","title":{"rendered":"Kearifan Lokal &#8216;Lubuk Larangan&#8217; Terancam Musnah, Ketua HIPPEMARKI: Segera Bertindak atau Hancur!"},"content":{"rendered":"<p><strong><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">KAMPAR KIRI, RIAU,<\/span><\/span><\/span><\/span><\/strong><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"> Titiknalar.com \u2013 Kelestarian Sungai Subayang yang merupakan urat nadi masyarakat di Kecamatan Kampar Kiri dan Kampar Kiri Hulu kini berada di titik kritis. Maraknya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah hulu memicu kekhawatiran akan terjadinya kerusakan ekosistem permanen di kawasan tersebut.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Ketua Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kampar Kiri (HIPPEMARKI), Dedi Irawan, dengan tegas mengeluarkan seruan darurat. Ia menyoroti kondisi air sungai yang dulunya jernih kini kerap keruh parah, sehingga mengancam kelangsungan biota udara dan ekowisata daerah.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">\u201cKita berada di ambang kehancuran. Kearifan lokal seperti tradisi &#8216;Lubuk Larangan&#8217; yang menjadi identitas budaya kita sedang dipertaruhkan. Jika PETI tetap dibiarkan, warisan alam dan budaya ini akan musnah,\u201d ujar Dedi kepada media, Selasa (21\/4\/2026).<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><strong><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Dukungan untuk Langkah Sektoral<\/span><\/span><\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Dedi mengapresiasi inisiatif Kapolsek Kampar Kiri yang mengadakan pertemuan koordinasi bersama Camat, Kepala Desa, BPD, hingga Ninik Mamak pada Selasa pagi. Langkah ini dinilai penting untuk menyamakan persepsi di tingkat akar rumput guna menghentikan praktik ilegal tersebut.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Meski demikian, Dedi menekankan bahwa penegakan hukum di tingkat kepolisian sektor (Polsek) memiliki keterbatasan. Ia mendesak Kapolda Riau untuk mengintervensi secara langsung guna memastikan penuntasan kasus hingga ke akarnya.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><strong><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Mendorong Solusi Ekonomi Hijau<\/span><\/span><\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Tak hanya meminta tindakan represif, HIPPEMARKI juga menyodorkan tawaran solusi jangka panjang bagi masyarakat terdampak. Dedi berharap Kapolda Riau dapat menginisiasi program pemberdayaan melalui konsep ekonomi hijau (Green Economy).<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">\u201cKami memohon kepada Bapak Kapolda tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga menghadirkan solusi ekonomi, seperti program adopsi pohon atau pemanfaatan dana karbon. Ini krusial agar warga memiliki mata pencaharian alternatif yang ramah lingkungan,\u201d jelasnya.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Menurut Dedi, pendekatan ini sangat relevan dengan semangat Kapolda Riau dalam semboyan \u201cMerawat Tuah, Menjaga Marwah\u201d. Ia meyakini bahwa kolaborasi antara hukum yang tegas dan dukungan ekonomi yang berkelanjutan adalah kunci menyelamatkan Sungai Subayang.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">\u201cMenyelamatkan Sungai Subayang adalah bentuk nyata menjaga marwah tanah kelahiran kita dari kerusakan bagi generasi mendatang,\u201d tutup Dedi.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KAMPAR KIRI, RIAU, Titiknalar.com \u2013 Kelestarian Sungai Subayang yang merupakan urat nadi masyarakat di Kecamatan Kampar Kiri dan Kampar Kiri Hulu kini berada di titik kritis. Maraknya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah hulu memicu kekhawatiran akan terjadinya kerusakan ekosistem permanen di kawasan tersebut. Ketua Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kampar Kiri (HIPPEMARKI), Dedi Irawan, dengan tegas mengeluarkan seruan darurat. Ia menyoroti kondisi air sungai yang dulunya jernih kini kerap keruh parah, sehingga mengancam kelangsungan biota udara dan ekowisata daerah. \u201cKita berada di ambang kehancuran. Kearifan lokal seperti tradisi &#8216;Lubuk Larangan&#8217; yang menjadi identitas budaya kita sedang dipertaruhkan. Jika PETI tetap dibiarkan, warisan alam dan budaya ini akan musnah,\u201d ujar Dedi kepada media, Selasa (21\/4\/2026). Dukungan untuk Langkah Sektoral Dedi mengapresiasi inisiatif Kapolsek Kampar Kiri yang mengadakan pertemuan koordinasi bersama Camat, Kepala Desa, BPD, hingga Ninik Mamak pada Selasa pagi. Langkah ini dinilai penting untuk menyamakan persepsi di tingkat akar rumput guna menghentikan praktik ilegal tersebut. Meski demikian, Dedi menekankan bahwa penegakan hukum di tingkat kepolisian sektor (Polsek) memiliki keterbatasan. Ia mendesak Kapolda Riau untuk mengintervensi secara langsung guna memastikan penuntasan kasus hingga ke akarnya. Mendorong Solusi Ekonomi Hijau Tak hanya meminta tindakan represif, HIPPEMARKI juga menyodorkan tawaran solusi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2267,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,14],"tags":[],"class_list":["post-2262","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-daerah","category-kampar"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2262","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2262"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2262\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2268,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2262\/revisions\/2268"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2267"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2262"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2262"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2262"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}