{"id":2270,"date":"2026-04-23T14:03:32","date_gmt":"2026-04-23T14:03:32","guid":{"rendered":"https:\/\/titiknalar.com\/?p=2270"},"modified":"2026-04-23T14:03:32","modified_gmt":"2026-04-23T14:03:32","slug":"stok-obat-rsud-bangkinang-terancam-putus-tunggakan-jamkesda-capai-rp61-miliar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/2026\/04\/23\/stok-obat-rsud-bangkinang-terancam-putus-tunggakan-jamkesda-capai-rp61-miliar\/","title":{"rendered":"Stok Obat RSUD Bangkinang Terancam Putus, Tunggakan Jamkesda Capai Rp6,1 Miliar"},"content":{"rendered":"<p>KAMPAR, <strong>Titinalar.com<\/strong>\u00a0\u2013 Layanan kesehatan di RSUD Bangkinang dibayangi ancaman serius. Rumah sakit milik pemerintah daerah ini dilaporkan mengalami krisis ketersediaan obat akibat tunggakan utang yang belum terbayar kepada pihak ketiga atau penyedia farmasi.<\/p>\n<p>Ketua Komisi II DPRD Kampar, Tony Hidayat, mengungkapkan bahwa saat ini ketersediaan obat di RSUD Bangkinang diperkirakan hanya mampu bertahan hingga empat bulan ke depan.<\/p>\n<p>\u201cKetersediaan obat hanya untuk empat bulan ke depan. Ini kondisi yang mengkhawatirkan karena stok obat di rumah sakit tidak boleh terputus,\u201d ujar Tony saat dikonfirmasi melalui telepon genggam, Kamis (23\/4\/2026).<\/p>\n<p>Tony menjelaskan, solusi jangka pendek untuk mengatasi krisis ini adalah mengalokasikan anggaran tambahan dalam APBD Perubahan tahun 2026. Ia berharap sisa stok yang ada dapat mencukupi kebutuhan pasien hingga anggaran baru disahkan.<\/p>\n<p>Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II, pihak manajemen RSUD Bangkinang mengakui adanya tunggakan utang kepada penyedia obat. Meski demikian, rincian angka utang tersebut belum dipaparkan secara detail.<\/p>\n<p>&#8220;Mengenai besaran pasti tunggakan utang obat, pihak RSUD yang lebih mengetahui detailnya. Namun, dalam RDP juga terungkap adanya tunggakan Jamkesda di RSUD Bangkinang sebesar Rp6,1 miliar,&#8221; lanjut Tony. Angka tunggakan Jamkesda tersebut diklaim telah disepakati oleh pihak RSUD Bangkinang dan Dinas Kesehatan Kampar.<\/p>\n<p>Menanggapi carut-marut keuangan ini, Bupati Kampar dilaporkan telah memerintahkan pemeriksaan khusus (Riksus) untuk mengaudit manajemen keuangan RSUD Bangkinang. &#8220;Hasil pemeriksaan belum keluar, kita masih menunggu perkembangannya,&#8221; tambah Tony.<\/p>\n<p>Sementara itu, Direktur RSUD Bangkinang, dr. Imawan Hardiman, belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait polemik tunggakan ini. Ia mengaku sedang menjalani tugas di luar kota.<\/p>\n<p>\u201cSaya sedang mengikuti diklat di luar kota. Izin, nanti saya koordinasikan dahulu dengan bidang keuangan,\u201d jawabnya singkat saat dikonfirmasi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KAMPAR, Titinalar.com\u00a0\u2013 Layanan kesehatan di RSUD Bangkinang dibayangi ancaman serius. Rumah sakit milik pemerintah daerah ini dilaporkan mengalami krisis ketersediaan obat akibat tunggakan utang yang belum terbayar kepada pihak ketiga atau penyedia farmasi. Ketua Komisi II DPRD Kampar, Tony Hidayat, mengungkapkan bahwa saat ini ketersediaan obat di RSUD Bangkinang diperkirakan hanya mampu bertahan hingga empat bulan ke depan. \u201cKetersediaan obat hanya untuk empat bulan ke depan. Ini kondisi yang mengkhawatirkan karena stok obat di rumah sakit tidak boleh terputus,\u201d ujar Tony saat dikonfirmasi melalui telepon genggam, Kamis (23\/4\/2026). Tony menjelaskan, solusi jangka pendek untuk mengatasi krisis ini adalah mengalokasikan anggaran tambahan dalam APBD Perubahan tahun 2026. Ia berharap sisa stok yang ada dapat mencukupi kebutuhan pasien hingga anggaran baru disahkan. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II, pihak manajemen RSUD Bangkinang mengakui adanya tunggakan utang kepada penyedia obat. Meski demikian, rincian angka utang tersebut belum dipaparkan secara detail. &#8220;Mengenai besaran pasti tunggakan utang obat, pihak RSUD yang lebih mengetahui detailnya. Namun, dalam RDP juga terungkap adanya tunggakan Jamkesda di RSUD Bangkinang sebesar Rp6,1 miliar,&#8221; lanjut Tony. Angka tunggakan Jamkesda tersebut diklaim telah disepakati oleh pihak RSUD Bangkinang dan Dinas Kesehatan Kampar. Menanggapi carut-marut keuangan ini, Bupati Kampar dilaporkan telah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2271,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,14],"tags":[],"class_list":["post-2270","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-daerah","category-kampar"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2270","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2270"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2270\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2272,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2270\/revisions\/2272"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2271"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2270"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2270"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2270"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}