{"id":2307,"date":"2026-05-05T16:43:07","date_gmt":"2026-05-05T16:43:07","guid":{"rendered":"https:\/\/titiknalar.com\/?p=2307"},"modified":"2026-05-05T16:43:51","modified_gmt":"2026-05-05T16:43:51","slug":"krisis-honor-guru-bantu-kampar-disdikpora-janji-cari-celah-regulasi-demi-pencairan-cair-cair","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/2026\/05\/05\/krisis-honor-guru-bantu-kampar-disdikpora-janji-cari-celah-regulasi-demi-pencairan-cair-cair\/","title":{"rendered":"Krisis Honor Guru Bantu Kampar, Disdikpora Janji Cari Celah Regulasi Demi Pencairan Cair Cair"},"content":{"rendered":"<p><strong><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">KAMPAR, titiknalar.com &#8211;<\/span><\/span><\/span><\/span><\/strong><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"> Nasib pilu dialami puluhan Guru Bantu (GB) di Kabupaten Kampar. Hingga memasuki akhir April 2026, para pahlawan tanpa tanda jasa ini mengaku belum menerima penghargaan selama empat bulan berturut-turut.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Keluhan tersebut memuncak dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPRD Kampar dan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) di ruang Banggar DPRD Kampar, Senin (20\/4\/2026).<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Ketua Forum Guru Bantu Kabupaten Kampar, Putri, mengungkapkan rasa prihatinnya atas keterlambatan ini. Menurutnya, para guru yang direkrut melalui proses seleksi ketat sejak 2006 tersebut kini harus berjuang menyambung hidup di tengah anggaran.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">\u201cKami sudah mengabdi sejak lama dengan proses seleksi yang setara dengan PPPK saat ini. Namun hingga kini, kami masih menghadapi persoalan kesejahteraan yang berulang,\u201d ujar Putri di hadapan anggota dewan.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Putri menjelaskan, sengkarut ini bermula dari penyerahan kewenangan guru bantu dari Pemerintah Provinsi Riau kepada Pemerintah Kabupaten. Meski sudah ada instruksi dari Sekretaris Daerah Provinsi Riau agar kabupaten\/kota menganggarkan kehormatan melalui APBD, realisasinya di Kampar masih nihil.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">\u201cKami membandingkan dengan daerah lain yang sudah merealisasikan prestasi tersebut. Kami hanya berharap kesejahteraan guru bantu di Kampar diperhatikan agar kami bisa mengajar dengan tenang dan maksimal,\u201d tegasnya.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Menyanggapi hal tersebut, Plt Kepala Disdikpora Kabupaten Kampar, Helmi, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam. Ia menganggap keterlambatan ini disebabkan oleh transisi regulasi dan perubahan kewenangan penganggaran yang cukup kompleks.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">\u201cIni masalah administrasi dan payung hukum. Kami harus berhati-hati agar pencairan anggaran ini tidak menyalahi aturan di kemudian hari,\u201d jelas Helmi.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Sebagai langkah nyata, Helmi menyatakan akan segera melakukan koordinasi intensif dengan Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Kemenpan-RB, serta melakukan studi banding ke Kota Dumai yang dianggap menyelesaikan penyelesaian masalah serupa.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">\u201cPrinsipnya, Pemkab Kampar berkomitmen penuh terhadap kesejahteraan guru. Kami sedang mencari formulasi terbaik agar hak-hak guru segera terpenuhi tanpa melanggar ketentuan peraturan-undangan,\u201d tutupnya.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KAMPAR, titiknalar.com &#8211; Nasib pilu dialami puluhan Guru Bantu (GB) di Kabupaten Kampar. Hingga memasuki akhir April 2026, para pahlawan tanpa tanda jasa ini mengaku belum menerima penghargaan selama empat bulan berturut-turut. Keluhan tersebut memuncak dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPRD Kampar dan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) di ruang Banggar DPRD Kampar, Senin (20\/4\/2026). Ketua Forum Guru Bantu Kabupaten Kampar, Putri, mengungkapkan rasa prihatinnya atas keterlambatan ini. Menurutnya, para guru yang direkrut melalui proses seleksi ketat sejak 2006 tersebut kini harus berjuang menyambung hidup di tengah anggaran. \u201cKami sudah mengabdi sejak lama dengan proses seleksi yang setara dengan PPPK saat ini. Namun hingga kini, kami masih menghadapi persoalan kesejahteraan yang berulang,\u201d ujar Putri di hadapan anggota dewan. Putri menjelaskan, sengkarut ini bermula dari penyerahan kewenangan guru bantu dari Pemerintah Provinsi Riau kepada Pemerintah Kabupaten. Meski sudah ada instruksi dari Sekretaris Daerah Provinsi Riau agar kabupaten\/kota menganggarkan kehormatan melalui APBD, realisasinya di Kampar masih nihil. \u201cKami membandingkan dengan daerah lain yang sudah merealisasikan prestasi tersebut. Kami hanya berharap kesejahteraan guru bantu di Kampar diperhatikan agar kami bisa mengajar dengan tenang dan maksimal,\u201d tegasnya. Menyanggapi hal tersebut, Plt Kepala Disdikpora Kabupaten Kampar, Helmi, menegaskan bahwa pemerintah daerah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2308,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,14],"tags":[],"class_list":["post-2307","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-daerah","category-kampar"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2307","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2307"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2307\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2311,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2307\/revisions\/2311"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2308"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2307"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2307"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2307"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}