{"id":2425,"date":"2026-07-21T16:10:01","date_gmt":"2026-07-21T16:10:01","guid":{"rendered":"https:\/\/titiknalar.com\/?p=2425"},"modified":"2026-07-21T16:10:01","modified_gmt":"2026-07-21T16:10:01","slug":"ketua-dprd-kampar-buka-kelas-belajar-wirid-budaya-mhd-sanusi-komitmen-nyata-jaga-marwah-adat-melayu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/2026\/07\/21\/ketua-dprd-kampar-buka-kelas-belajar-wirid-budaya-mhd-sanusi-komitmen-nyata-jaga-marwah-adat-melayu\/","title":{"rendered":"Ketua DPRD Kampar Buka Kelas Belajar Wirid Budaya, MHD Sanusi: Komitmen Nyata Jaga Marwah Adat Melayu"},"content":{"rendered":"<p><strong>KAMPAR, titiknalar.com \u2013<\/strong> Ketua DPRD Kabupaten Kampar, Ahmad Taridi, secara resmi membuka Kelas Belajar Wirid Budaya Adat Istiadat Kampar bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai adat, budaya, dan religius di tengah masyarakat.<\/p>\n<p>Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Pemuda Kabupaten Kampar, MHD Sanusi. Menurutnya, pelestarian adat dan budaya harus menjadi perhatian bersama karena merupakan identitas yang tidak boleh hilang ditelan perkembangan zaman.<\/p>\n<p>&#8220;Saya mengapresiasi komitmen Ketua DPRD Kampar, Bapak Ahmad Taridi, yang terus memberikan perhatian terhadap pelestarian adat dan budaya Melayu Kampar. Ini merupakan langkah nyata dalam menjaga jati diri daerah sekaligus memperkuat karakter generasi muda,&#8221; kata Sanusi, Senin (21\/7\/2026).<\/p>\n<p>Sanusi menilai, Kelas Belajar Wirid Budaya bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wadah untuk menanamkan nilai-nilai adat istiadat kepada generasi muda agar tetap memahami akar budaya daerahnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, sinergi antara DPRD Kabupaten Kampar dan Pemerintah Kabupaten Kampar dalam menjaga kelestarian budaya patut diapresiasi dan perlu terus diperkuat.<\/p>\n<p>&#8220;Budaya adalah marwah daerah. Kalau adat dijaga, maka identitas Kampar akan tetap hidup. Saya berharap program seperti ini terus berlanjut hingga ke kecamatan dan desa agar semakin banyak generasi muda yang memahami adat istiadat serta budaya Melayu Kampar,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Ia juga berharap komitmen Ketua DPRD Kampar dalam mendukung pelestarian budaya terus diwujudkan melalui kebijakan yang berpihak kepada penguatan adat, seni, dan nilai-nilai keagamaan.<\/p>\n<p>&#8220;Pemimpin yang peduli terhadap adat dan budaya berarti sedang menjaga masa depan daerahnya. Saya berharap komitmen ini terus berlanjut sehingga Kampar tetap dikenal sebagai negeri yang agamis, berbudaya, dan menjunjung tinggi adat istiadat Melayu,&#8221; tutup Sanusi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KAMPAR, titiknalar.com \u2013 Ketua DPRD Kabupaten Kampar, Ahmad Taridi, secara resmi membuka Kelas Belajar Wirid Budaya Adat Istiadat Kampar bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai adat, budaya, dan religius di tengah masyarakat. Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Pemuda Kabupaten Kampar, MHD Sanusi. Menurutnya, pelestarian adat dan budaya harus menjadi perhatian bersama karena merupakan identitas yang tidak boleh hilang ditelan perkembangan zaman. &#8220;Saya mengapresiasi komitmen Ketua DPRD Kampar, Bapak Ahmad Taridi, yang terus memberikan perhatian terhadap pelestarian adat dan budaya Melayu Kampar. Ini merupakan langkah nyata dalam menjaga jati diri daerah sekaligus memperkuat karakter generasi muda,&#8221; kata Sanusi, Senin (21\/7\/2026). Sanusi menilai, Kelas Belajar Wirid Budaya bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wadah untuk menanamkan nilai-nilai adat istiadat kepada generasi muda agar tetap memahami akar budaya daerahnya. Menurutnya, sinergi antara DPRD Kabupaten Kampar dan Pemerintah Kabupaten Kampar dalam menjaga kelestarian budaya patut diapresiasi dan perlu terus diperkuat. &#8220;Budaya adalah marwah daerah. Kalau adat dijaga, maka identitas Kampar akan tetap hidup. Saya berharap program seperti ini terus berlanjut hingga ke kecamatan dan desa agar semakin banyak generasi muda yang memahami adat istiadat serta budaya Melayu Kampar,&#8221; ujarnya. Ia juga berharap komitmen Ketua DPRD Kampar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2426,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,14],"tags":[],"class_list":["post-2425","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-daerah","category-kampar"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2425","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2425"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2425\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2427,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2425\/revisions\/2427"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2426"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2425"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2425"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2425"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}