{"id":243,"date":"2025-05-03T05:27:30","date_gmt":"2025-05-03T05:27:30","guid":{"rendered":"https:\/\/titiknalar.com\/?p=243"},"modified":"2025-05-03T06:09:24","modified_gmt":"2025-05-03T06:09:24","slug":"begini-skema-bantuan-pendidikan-rp-3-juta-per-semester-untuk-guru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/2025\/05\/03\/begini-skema-bantuan-pendidikan-rp-3-juta-per-semester-untuk-guru\/","title":{"rendered":"Begini Skema Bantuan Pendidikan Rp 3 Juta per Semester untuk Guru"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Jakarta, <\/span><\/span><strong><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">TitikNalar<\/span><\/span><\/strong><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"> &#8211; Pemerintah resmi meluncurkan program bantuan dana pendidikan bagi guru yang belum menamatkan jenjang sarjana (S1) atau setara diploma 4 (D4) di Hari Pendidikan Nasional 2025. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu&#8217;ti menyebut ada 12 ribu kuota yang tersedia.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">\u201cMasing-masing menerima Rp 3 juta per semester. Dan itu dialokasikan untuk sekitar 12 ribu guru di Indonesia,\u201d kata Mu&#8217;ti saat menghadiri peringatan Hardiknas di SDN Cimahpar 5, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Agar para guru dapat menerima bantuan pendidikan itu, Mu&#8217;ti mengatakan syarat utama yang harus dipenuhi adalah guru yang mendaftar dipastikan belum menyelesaikan pendidikan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Berdasarkan hal itu, Mu&#8217;ti merumuskan tiga mekanisme pendaftaran. Pertama, bagi guru yang sudah menempuh diploma 2 (D2) dan diploma 3 (D3) bisa melanjutkan melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Kedua, program ini juga ditujukan bagi guru yang telah menyelesaikan D4 atau S1 tetapi ijazahnya tidak diakui karena belum linier dengan arah pengajaran. Mu&#8217;ti menjanjikan guru-guru tersebut akan dibantu mendapatkan pengakuan karena Kemendikdasmen telah membuat nota kesepahaman dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN).<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">\u201cItu nanti kami data dan bisa kami akui ijazahnya sehingga dia sebenernya sudah S1 atau D4. Ini kerja sama dengan BKN,\u201d ujar Mu&#8217;ti.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Terakhir, skema ketiga yaitu pemerintah akan memberikan bantuan uang kuliah bagi guru yang sama sekali belum pernah meyakinkan bangku perguruan tinggi. Mu&#8217;ti berujar guru itu akan mengikuti perkuliahan dari semester satu hingga selesai.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">\u201cSkemanya bisa melalui kerja sama dengan perguruan tinggi atau melalui kuliah secara online,\u201d kata Mu&#8217;ti. Ia menyampaikan akan melihat skema apa yang paling memungkinkan agar jam mengajar guru tidak terganggu dengan kewajibannya menuntut ilmu. \u201cKarena guru-guru itu selama kuliah kami dianggap masih tetap mengajar di sekolah masing-masing.\u201d<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Bantuan dana pendidikan untuk guru merupakan satu dari empat program yang diluncurkan Prabowo bertepatan pada Hardiknas 2025. Prabowo menamakannya<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">sebagai Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang juga di dalamnya termasuk, revitalisasi 10.440 sekolah, bantuan tunai Rp 300 ribu untuk guru honorer setiap bulan, dan digitalisasi pendidikan untuk mewujudkan kelas cerdas.<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Sumber : Tempo, Sabtu 03 Mei 2025, https:\/\/www.tempo.co\/politik\/begini-skema-bantuan-pendidikan-rp-3-juta-per-semester-untuk-guru-1324487<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, TitikNalar &#8211; Pemerintah resmi meluncurkan program bantuan dana pendidikan bagi guru yang belum menamatkan jenjang sarjana (S1) atau setara diploma 4 (D4) di Hari Pendidikan Nasional 2025. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu&#8217;ti menyebut ada 12 ribu kuota yang tersedia. \u201cMasing-masing menerima Rp 3 juta per semester. Dan itu dialokasikan untuk sekitar 12 ribu guru di Indonesia,\u201d kata Mu&#8217;ti saat menghadiri peringatan Hardiknas di SDN Cimahpar 5, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Agar para guru dapat menerima bantuan pendidikan itu, Mu&#8217;ti mengatakan syarat utama yang harus dipenuhi adalah guru yang mendaftar dipastikan belum menyelesaikan pendidikan. Berdasarkan hal itu, Mu&#8217;ti merumuskan tiga mekanisme pendaftaran. Pertama, bagi guru yang sudah menempuh diploma 2 (D2) dan diploma 3 (D3) bisa melanjutkan melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Kedua, program ini juga ditujukan bagi guru yang telah menyelesaikan D4 atau S1 tetapi ijazahnya tidak diakui karena belum linier dengan arah pengajaran. Mu&#8217;ti menjanjikan guru-guru tersebut akan dibantu mendapatkan pengakuan karena Kemendikdasmen telah membuat nota kesepahaman dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN). \u201cItu nanti kami data dan bisa kami akui ijazahnya sehingga dia sebenernya sudah S1 atau D4. Ini kerja sama dengan BKN,\u201d ujar Mu&#8217;ti. Terakhir, skema ketiga yaitu pemerintah akan memberikan bantuan uang kuliah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":244,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-243","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/243","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=243"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/243\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":250,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/243\/revisions\/250"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/244"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=243"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=243"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=243"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}