{"id":282,"date":"2025-05-03T07:29:04","date_gmt":"2025-05-03T07:29:04","guid":{"rendered":"https:\/\/titiknalar.com\/?p=282"},"modified":"2025-05-03T07:36:48","modified_gmt":"2025-05-03T07:36:48","slug":"harga-emas-kehilangan-kilau-di-tengah-optimisme-negosiasi-dagang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/2025\/05\/03\/harga-emas-kehilangan-kilau-di-tengah-optimisme-negosiasi-dagang\/","title":{"rendered":"Harga Emas Kehilangan Kilau di Tengah Optimisme Negosiasi Dagang"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Jakarta, <\/span><\/span><strong><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">TitikNalar<\/span><\/span><\/strong><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"> &#8211; Harga emas naik tipis pada perdagangan hari Jumat, setelah mencapai level terendah dalam dua minggu pada sesi sebelumnya. Namun meredanya ketegangan perang dagang dan laporan pekerjaan yang kuat membuat harga emas dunia tetap berada di jalur untuk kerugian mingguan kedua berturut-turut.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Mengutip CNBC, sabtu (3\/5\/2025), harga emas di pasar spot naik 0,5% menjadi USD 3.255,01 per ons, setelah mencapai level terendah sejak 14 April pada hari Kamis. Harga turun 2,1% selama seminggu, setelah mencapai rekor tertinggi USD 3.500,05 per ons pada 22 April.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Sedangkan harga emas berjangka AS naik 1,3% menjadi USD 3.262,10 per ons.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Kementerian Perdagangan Tiongkok mengatakan AS telah berulang kali menyatakan kesediaannya untuk bernegosiasi mengenai tarif dan bahwa pintu Beijing terbuka untuk perdagangan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">&#8220;Emas yang pernah menyentuh USD 3.500 mungkin menjadi harga tertinggi untuk sementara waktu, terutama jika beberapa kesepakatan perdagangan mulai terwujud dan beberapa risiko mulai muncul dari euforia negatif yang telah kita lihat sejak pembicaraan tarif,&#8221; kata analis senior RJO Futures Daniel Pavilonis.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Harga emas sempat memangkas kenaikan di awal sesi setelah data menunjukkan bahwa lapangan kerja nonpertanian meningkat sebesar 177.000 pekerjaan bulan lalu setelah naik sebesar 185.000 pada bulan Maret. Survei sebuah kantor berita internasional memperkirakan peningkatan sebesar 130.000 pekerjaan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Namun, laporan tersebut bersifat retrospektif dan masih terlalu dini bagi pasar tenaga kerja untuk menunjukkan dampak kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump yang kadang-kadang berlaku.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Para pedagang memangkas taruhan bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga paling cepat pada bulan Juni setelah laporan pekerjaan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun acuan meningkat. Suku bunga yang lebih tinggi cenderung membuat emasan yang tidak memberikan hasil yang tidak seimbang menjadi kurang menarik bagi investor.<\/span><\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Alasan China Rutin Beli Emas saat Donald Trump Kembali menjadi Presiden AS<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Sebelumnya, Harga emas telah mengalami kenaikan yang sangat besar selama beberapa minggu terakhir. Kenaikan harga emas mendorong permintaan baru di tengah meningkatnya ketegangan ekonomi dan geopolitik.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Mengutip Newsweek, ditulis Jumat (2\/5\/2025), para ahli menilai penyiaran harga emas disebabkan oleh pembelian dari pasar Asia terutama China. Selain itu, penggemar emas baik di sektor publik dan swasta juga semakin mengandalkan status safe haven untuk jangka panjang mengingat sentimen perdagangan global.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Awal pekan lalu, emas menembus USD 3.500 per troy ounce untuk pertama kali dalam sejarah. Namun, sejak itu turun menjadi lebih dari USD 3.330, harga emas masih sekitar 40 persen lebih tinggi dari waktu yang sama tahun lalu. Harga emas itu juga jauh di atas apa yang sebelumnya diharapkan beberapa analis akan tercapai pada akhir tahun 2025.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Direktur Bullion Vault, Adrian Ash menuturkan, kenaikan harga emas mendorong sektor perdagangan swasta China. Ada pencatatan besar dalam volume perdagangan yang diamati di Shanghai Gold Exchange dan Shanghai Futures Exchange.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Senior Market Strategist World Gold Council, Joseph Cavatoni menuturkan, investor di seluruh dunia berharap untuk memitigasi risiko dalam menghadapi volatilitas yang berkelanjutan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Kepada Newsweek, ia menuturkan, sebagian besar disiarkan harga emas baru-baru ini didorong oleh pembelian dari China.<\/span><\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Mengapa China Begitu Membeli Emas?<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Cavatoni mencatat China baik investor swasta maupun lembaga negara, telah secara aktif membeli emas selama 15 tahun terakhir, tetapi mengatakan faktor-faktor terkait perdagangan dan konflik yang mendorong tren ini telah &#8220;meningkat secara signifikan&#8221; sejak dimulainya masa jabatan kedua Presiden AS Donald Trump.<\/span><\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">China Jadi Target<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Tiongkok telah menjadi target upaya utama pemerintah untuk mengubah perdagangan global demi kepentingan Amerika Serikat; Negara ini dibebaskan dari jeda tarif timbal balik selama 90 hari, dan impornya kini dikenakan 145 bea masuk saat memasuki AS.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Meskipun Adrian Ash mengatakan sering kali &#8220;terlalu mudah&#8221; untuk melihat kenaikan harga emas sebagai barometer ketegangan geopolitik tersebut, hanya ada sedikit cara lain untuk melihat harga baru-baru ini selain upaya Tiongkok untuk mengurangi risiko dari kebijakan AS dan memastikan keamanan ekonominya sendiri.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Seperti yang dinyatakan oleh Asosiasi Emas China minggu lalu, setelah mengumumkan peningkatan konsumsi emas batangan dan koin domestik sebesar 30% dari tahun ke tahun pada kuartal pertama\u2014&#8221;Geopolitik yang kompleks dan berubah serta menutup ekonomi semakin menyoroti fungsi lindung nilai dan pelestarian nilai emas.&#8221;<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Sejalan dengan korelasi yang diamati ini, harga emas spot turun dari USD 3.500 pada pertengahan minggu lalu karena pemerintah mulai menekankan retorika perang dagangnya dan menandakan pengurangan tarif Tiongkok yang akan segera terjadi.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Sementara Cavatoni mengatakan, pembelian bank sentral telah mencapai &#8220;pencetakan rekor,&#8221; Ash mengatakan kepada Newsweek bahwa &#8220;pada dasarnya tidak mungkin&#8221; untuk menilai berapa banyak yang masuk ke cadangan pemerintah Tiongkok.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Mengenai Bank Sentral China mengungkapkan pembelian kepada Dana Moneter Internasional (IMF), ia mengatakan bahwa &#8220;tidak seorang pun percaya bahwa apa yang sebenarnya dikatakan Bank Rakyat Tiongkok sama dengan apa yang sebenarnya dilakukannya dan itu, menurut definisi, membuatnya tidak dapat diketahui.&#8221;<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Akibatnya, ketidakpastian yang semakin besar telah muncul antara kepemilikan Tiongkok yang dilaporkan dan perkiraan analis. Cadangan resmi berada di sekitar 2.292 ton pada Maret 2025, menurut World Gold Council, meskipun beberapa spekulasi sebenarnya bisa melebihi 30.000 ton.<\/span><\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Apakah Tiongkok Menjauh dari Ekonomi AS?<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Selain menimbun emas di tengah meningkatnya perekonomian keuangan dan politik, Tiongkok juga telah beralih mengadopsi instrumen keuangan secara luas seperti Exchange-Traded Funds (ETF).<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Joseph Cavatoni mengatakan kepada Newsweek, dari sekitar USD 6 miliar aliran ETF ke Asia selama tiga minggu pertama bulan April, Tiongkok menyumbangkan USD 5,9 miliar.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Inti dari demam emas baru, diklasifikasikan ke aset non-dolar AS lainnya, dan penjualan Obligasi Treasury AS pada pertengahan April adalah upaya negara-negara untuk melakukan diversifikasi menjauh dari ekonomi Amerika Serikat.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">\u201cDengan membahas prospek ekonomi, kami pikir China di antara negara-negara lain tengah mempertimbangkan diversifikasi dan mengambil tindakan,\u201d ujar dia.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">\u201cMenyimpan emas membantu Tiongkok mengurangi risiko ketergantungan yang berlebihan pada ekonomi AS untuk arus perdagangan, pembayaran dan tujuan investasi,\u201d kata Cavatoni.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">\u201cSampai batas tertentu, hal itu juga berarti dua jari bagi AS,\u201d kata Adrian Ash. &#8220;Memiliki emas secara harfiah berarti antidolar.&#8221;<\/span><\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Langkah Cina<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">\u201cMereka mencoba mengurangi paparan mereka terhadap perubahan kebijakan AS,\u201d tambahnya. &#8220;Dengan pemerintahan Trump, keadaan berubah drastis setiap hari.&#8221;<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Baik Ash maupun Cavatoni menunjuk pada cara Trump yang tidak terduga dalam mengungkap perubahan kebijakan baik melalui saluran resmi maupun unggahan media sosial dan dampak yang dapat ditimbulkannya pada perekonomian negara. Ini merupakan tambahan dari risiko jangka panjang yang terkait dengan peningkatan utang nasional Amerika Serikat.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Seperti yang dikatakan Peter Schiff, salah satu penggila emas paling terkenal di dunia menuturkan, tentang China dalam sebuah wawancara pada pertengahan April.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">&#8220;Mereka akan memindahkan uang dari dolar AS, dari obligasi pemerintah AS. Mereka membeli lebih banyak emas, mereka membeli euro, mereka membeli pound, mereka membeli utang negara Jerman dan Eropa, bukan utang negara AS.&#8221;<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">&#8220;Kita menghadapi banyak masalah di sebuah negara karena defisit anggaran kita mulai berkurang.&#8221;<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Sumber: Liputan6.com, 03 Mei 2025, https:\/\/www.liputan6.com\/bisnis\/read\/6012149\/harga-emas-kehilangan-kilau-di-tengah-optimisme-negosiasi-dagang?page=5<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, TitikNalar &#8211; Harga emas naik tipis pada perdagangan hari Jumat, setelah mencapai level terendah dalam dua minggu pada sesi sebelumnya. Namun meredanya ketegangan perang dagang dan laporan pekerjaan yang kuat membuat harga emas dunia tetap berada di jalur untuk kerugian mingguan kedua berturut-turut. Mengutip CNBC, sabtu (3\/5\/2025), harga emas di pasar spot naik 0,5% menjadi USD 3.255,01 per ons, setelah mencapai level terendah sejak 14 April pada hari Kamis. Harga turun 2,1% selama seminggu, setelah mencapai rekor tertinggi USD 3.500,05 per ons pada 22 April. Sedangkan harga emas berjangka AS naik 1,3% menjadi USD 3.262,10 per ons. Kementerian Perdagangan Tiongkok mengatakan AS telah berulang kali menyatakan kesediaannya untuk bernegosiasi mengenai tarif dan bahwa pintu Beijing terbuka untuk perdagangan. &#8220;Emas yang pernah menyentuh USD 3.500 mungkin menjadi harga tertinggi untuk sementara waktu, terutama jika beberapa kesepakatan perdagangan mulai terwujud dan beberapa risiko mulai muncul dari euforia negatif yang telah kita lihat sejak pembicaraan tarif,&#8221; kata analis senior RJO Futures Daniel Pavilonis. Harga emas sempat memangkas kenaikan di awal sesi setelah data menunjukkan bahwa lapangan kerja nonpertanian meningkat sebesar 177.000 pekerjaan bulan lalu setelah naik sebesar 185.000 pada bulan Maret. Survei sebuah kantor berita internasional memperkirakan peningkatan sebesar 130.000 pekerjaan. Namun, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":283,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-282","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bisnis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/282","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=282"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/282\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":285,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/282\/revisions\/285"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/283"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=282"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=282"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=282"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}