{"id":684,"date":"2025-05-12T11:40:41","date_gmt":"2025-05-12T11:40:41","guid":{"rendered":"https:\/\/titiknalar.com\/?p=684"},"modified":"2025-05-12T11:41:16","modified_gmt":"2025-05-12T11:41:16","slug":"hamas-akan-bebaskan-sandera-as-terakhir-yang-masih-hidup","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/2025\/05\/12\/hamas-akan-bebaskan-sandera-as-terakhir-yang-masih-hidup\/","title":{"rendered":"Hamas akan bebaskan sandera AS terakhir yang masih hidup"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Istanbul, <\/span><\/span><strong><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">TitikNalar<\/span><\/span><\/strong><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"> &#8211; Hamas pada Minggu mengatakan akan membebaskan sandera berkewarganegaraan ganda Israel-Amerika, Idan Alexander, sebagai bagian dari upaya mencapai kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Dalam pernyataannya, kelompok perlawanan Palestina itu mengatakan keputusan tersebut diambil setelah melakukan perundingan intensif dengan pemerintah AS dalam beberapa hari terakhir, yang mereka nilai &#8220;berjalan sangat positif.&#8221;<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Hamas juga bersedia segera berunding secara intensif untuk mencapai gencatan senjata permanen, pertukaran pemain yang disepakati bersama, dan pembentukan badan profesional independen yang mengatur Gaza.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Kelompok itu mengatakan bahwa kerangka kerja seperti itu akan memberikan stabilitas dan stabilitas jangka panjang, sekaligus mendukung rekonstruksi dan pencabutan blokade Israel.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Hamas memuji upaya mediasi oleh Qatar, Mesir, dan Turki.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Alexander, yang bertugas di unit infanteri elit di perbatasan Gaza, diketahui sebagai sandera AS terakhir yang masih hidup di Gaza.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Menurut pernyataan itu, pelepasannya akan menjadi langkah yang memfasilitasi gencatan senjata, membuka kembali penyeberangan perbatasan, dan memungkinkan bantuan bantuan masuk ke Gaza.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Media Israel melaporkannya, yang dilakukan dalam 48 jam ke depan, memaksa Israel melakukan gencatan senjata meski hanya beberapa jam.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Dalam pernyataan terpisah, pemimpin kantor Israel Benjamin Netanyahu mengatakan ia mendapat informasi dari AS bahwa keinginan Hamas untuk memerdekakan Alexander merupakan itikad yang baik dan &#8220;tanpa syarat atau pertukaran apa pun&#8221;.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Kantor itu juga mengatakan bahwa pengirimian Alexander diharapkan akan membuka jalan bagi negosiasi untuk membebaskan sandera lainnya, berdasarkan usulan utusan khusus Presiden AS Donald Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, yang telah disetujui oleh Israel.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Disebutkan dalam pernyataan itu, Israel sedang menunggu pelaksanaan transmisi tersebut.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">\u201cSesuai kebijakan Israel, negosiasi akan tetap berlangsung meskipun dalam kondisi perang, dengan komitmen penuh untuk mencapai semua tujuan perang,\u201d tulis pernyataan itu.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Belum ada tanggapan dari AS dan Palestina terkait pernyataan Israel tersebut.<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Sumber : ANTARA, 12 Mei 2025, https:\/\/m.antaranews.com\/berita\/4829449\/hamas-akan-bebaskan-sandera-as-terakhir-yang-masih-hidup?utm_source=antaranews&amp;utm_medium=mobile&amp;utm_campaign=latest_category<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Istanbul, TitikNalar &#8211; Hamas pada Minggu mengatakan akan membebaskan sandera berkewarganegaraan ganda Israel-Amerika, Idan Alexander, sebagai bagian dari upaya mencapai kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza. Dalam pernyataannya, kelompok perlawanan Palestina itu mengatakan keputusan tersebut diambil setelah melakukan perundingan intensif dengan pemerintah AS dalam beberapa hari terakhir, yang mereka nilai &#8220;berjalan sangat positif.&#8221; Hamas juga bersedia segera berunding secara intensif untuk mencapai gencatan senjata permanen, pertukaran pemain yang disepakati bersama, dan pembentukan badan profesional independen yang mengatur Gaza. Kelompok itu mengatakan bahwa kerangka kerja seperti itu akan memberikan stabilitas dan stabilitas jangka panjang, sekaligus mendukung rekonstruksi dan pencabutan blokade Israel. Hamas memuji upaya mediasi oleh Qatar, Mesir, dan Turki. Alexander, yang bertugas di unit infanteri elit di perbatasan Gaza, diketahui sebagai sandera AS terakhir yang masih hidup di Gaza. Menurut pernyataan itu, pelepasannya akan menjadi langkah yang memfasilitasi gencatan senjata, membuka kembali penyeberangan perbatasan, dan memungkinkan bantuan bantuan masuk ke Gaza. Media Israel melaporkannya, yang dilakukan dalam 48 jam ke depan, memaksa Israel melakukan gencatan senjata meski hanya beberapa jam. Dalam pernyataan terpisah, pemimpin kantor Israel Benjamin Netanyahu mengatakan ia mendapat informasi dari AS bahwa keinginan Hamas untuk memerdekakan Alexander merupakan itikad yang baik dan &#8220;tanpa syarat atau pertukaran apa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":685,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-684","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-internasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/684","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=684"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/684\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":687,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/684\/revisions\/687"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/685"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=684"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=684"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=684"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}