{"id":708,"date":"2025-05-14T07:23:13","date_gmt":"2025-05-14T07:23:13","guid":{"rendered":"https:\/\/titiknalar.com\/?p=708"},"modified":"2025-05-14T07:23:45","modified_gmt":"2025-05-14T07:23:45","slug":"mendikdasmen-pelatihan-guru-kurikulum-ai-sudah-dimulai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/2025\/05\/14\/mendikdasmen-pelatihan-guru-kurikulum-ai-sudah-dimulai\/","title":{"rendered":"Mendikdasmen: Pelatihan guru kurikulum AI sudah dimulai"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Jeju, Korea Selatan, <\/span><\/span><strong><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">TitikNalar<\/span><\/span><\/strong><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"> &#8211; Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu&#8217;ti menyatakan Indonesia bersiap menjalankan kurikulum pendidikan kecerdasan buatan (AI), sehingga pelatihan guru untuk menerapkan kurikulum ini sudah dimulai.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI terus bersiap untuk bisa menjalankan kurikulum pendidikan yang mengadopsi materi pembelajaran tentang kecerdasan buatan di tengah geliat dunia yang menghadapi perkembangan digital yang terus melaju.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Mendikdasmen Abdul Mu&#8217;ti menyatakan kurikulum pendidikan AI telah selesai disiapkan. &#8220;Pelatihan gurunya sudah dimulai. Nanti kita usahakan juga ada keterkaitannya dengan sertifikasi guru,&#8221; kata Mu&#8217;ti di sela pertemuan menteri pendidikan negara anggota APEC, di Jeju, Korea, Rabu.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Dengan demikian, menurut dia, guru yang mengajar coding dan AI bisa dihitung sebagai menyediakan jam mengajar. Dia pun mengakui peran penting guru dalam mengadopsi teknologi digital untuk dunia pendidikan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">\u201cTeknologi itu tergantung pengguna dan kegunaannya. Kalau digunakan oleh orang yang bertanggung jawab untuk tujuan baik, maka akan mendatangkan manfaat,\u201d ujar Mu&#8217;ti.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Sebaliknya, jika digunakan oleh mereka yang bermaksud jahat, maka teknologi akan mendatangkan kerusakan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Karena itulah, dia menekankan, kesalehan digital menjadi hal yang sangat penting. Keselehan digital yang terkandung di dalamnya adalah penggunaan teknologi digital untuk tujuan dan hal-hal yang baik. Saat ini diakuinya teknologi digital juga telah dimanfaatkan untuk kejahatan. \u201cJuga untuk saling memfitnah, menyampaikan informasi yang salah,\u201d tuturnya.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin juga mengingatkan pentingnya mengambil keputusan yang tepat terkait digitalisasi dunia pendidikan. \u201cYang penting kita jangan salah langkah dalam hal AI. Karena akan berakibat fatal,\u201d ujar Toni.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Saat ini, pembelajaran AI masih menjadi mata pelajaran pilihan di sekolah. Rencananya, materi ini akan dimasukkan ke dalam kurikulum, sehingga AI bisa terlibat dalam semua mata pelajaran.<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Sumber : ANTARA, 14 Mei 2025, https:\/\/m.antaranews.com\/berita\/4832065\/mendikdasmen-pelatihan-guru-kurikulum-ai-sudah-dimulai?utm_source=antaranews&amp;utm_medium=mobile&amp;utm_campaign=latest_category<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jeju, Korea Selatan, TitikNalar &#8211; Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu&#8217;ti menyatakan Indonesia bersiap menjalankan kurikulum pendidikan kecerdasan buatan (AI), sehingga pelatihan guru untuk menerapkan kurikulum ini sudah dimulai. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI terus bersiap untuk bisa menjalankan kurikulum pendidikan yang mengadopsi materi pembelajaran tentang kecerdasan buatan di tengah geliat dunia yang menghadapi perkembangan digital yang terus melaju. Mendikdasmen Abdul Mu&#8217;ti menyatakan kurikulum pendidikan AI telah selesai disiapkan. &#8220;Pelatihan gurunya sudah dimulai. Nanti kita usahakan juga ada keterkaitannya dengan sertifikasi guru,&#8221; kata Mu&#8217;ti di sela pertemuan menteri pendidikan negara anggota APEC, di Jeju, Korea, Rabu. Dengan demikian, menurut dia, guru yang mengajar coding dan AI bisa dihitung sebagai menyediakan jam mengajar. Dia pun mengakui peran penting guru dalam mengadopsi teknologi digital untuk dunia pendidikan. \u201cTeknologi itu tergantung pengguna dan kegunaannya. Kalau digunakan oleh orang yang bertanggung jawab untuk tujuan baik, maka akan mendatangkan manfaat,\u201d ujar Mu&#8217;ti. Sebaliknya, jika digunakan oleh mereka yang bermaksud jahat, maka teknologi akan mendatangkan kerusakan. Karena itulah, dia menekankan, kesalehan digital menjadi hal yang sangat penting. Keselehan digital yang terkandung di dalamnya adalah penggunaan teknologi digital untuk tujuan dan hal-hal yang baik. Saat ini diakuinya teknologi digital juga telah dimanfaatkan untuk kejahatan. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":709,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-708","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/708","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=708"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/708\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":711,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/708\/revisions\/711"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/709"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=708"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=708"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=708"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}