{"id":774,"date":"2025-05-19T06:53:52","date_gmt":"2025-05-19T06:53:52","guid":{"rendered":"https:\/\/titiknalar.com\/?p=774"},"modified":"2025-05-19T06:53:52","modified_gmt":"2025-05-19T06:53:52","slug":"soal-tuduhan-ijazah-jokowi-palsu-kader-psi-datangi-polda-metro-jaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/2025\/05\/19\/soal-tuduhan-ijazah-jokowi-palsu-kader-psi-datangi-polda-metro-jaya\/","title":{"rendered":"Soal tuduhan ijazah Jokowi palsu, Kader PSI datangi Polda Metro Jaya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Jakarta, <\/span><\/span><strong><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">TitikNalar<\/span><\/span><\/strong><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\"> &#8211; Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi mendatangi Polda Metro Jaya untuk memenuhi undangan klarifikasi terkait kasus tuduhan ijazah Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) palsu.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Jadi yang saya terima itu undangan klarifikasi terkait dengan laporan Pak Jokowi. Saya sebagai warga negara yang baik yang taat hukum saya sedang dibutuhkan saat ini keterangannya, saya akan hadir, katanya.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Saat ditemui di Polda Metro Jaya, Senin, Dian menduga undangan klarifikasi ini terkait dengan unggahan ijazah Jokowi di media sosial (medsos) X pada Selasa (1\/4).<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">&#8220;Tapi enggak apa-apa mungkin ini ada pengembangan dari pihak Kepolisian, makannya saya hadir untuk menjelaskan,&#8221; katanya.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Dia juga menjelaskan dirinya akan terbuka dan mempercayakan kepada pihak Kepolisian karena akan bekerja secara profesional.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">&#8220;Hari ini saya terpanggil karena hati nurani, saya akan membuka kebenaran ini, saya sudah melakukan penelitian dari awal. Saya bukannya memasang badan untuk Pak Jokowi tapi saya sedih Pak Jokowi digitukan oleh mereka,&#8221; kata Sandi.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Saat dikonfirmasi terkait dokumen apa saja yang dibawa, dirinya menjelaskan tidak membawa apapun. \u201cTidak ada yang saya bawa, tapi nanti kalau dibutuhkan saya akan siapkan,\u201d kata Sandi.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Sandi juga menegaskan postingan yang dilakukannya tidak ada arahan dari Ketua Umum PSI dan Jokowi. &#8220;Saya bergerak atas nama pribadi. Ini atas inisiatif saya sendiri,&#8221; katanya.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Polda Metro Jaya sudah memeriksa sebanyak 24 saksi terkait laporan Jokowi tentang tuduhan ijazah palsu.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Sampai dengan hari ini, setidaknya ada 24 saksi yang telah mengambil keterangan dalam tahap pendalaman penyelidikan, kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Ade Ary Syam Indradi saat ditemui di Polda Metro Jaya, Kamis (15\/5).<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Ade Ary menjelaskan laporan Jokowi pada Rabu (30\/4) di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya berawal adanya video di media sosial berisi pernyataan fitnah dan pencemaran nama baik.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Kronologi perkara yang diberitakan adalah pada tanggal 26 Maret 2025 di sekitar Karet Kuningan, Jakarta Selatan, yakni pelapor sebagai korban mengetahui adanya video fitnah dan pencemaran nama baik dengan pernyataan ijazah palsu S1 milik pelapor, katanya.<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong><span style=\"vertical-align: inherit;\"><span style=\"vertical-align: inherit;\">Sumber : ANTARA, 19 Mei 2025, https:\/\/m.antaranews.com\/berita\/4842725\/soal-tuduhan-ijazah-jokowi-palsu-kader-psi-datangi-polda-metro-jaya?utm_source=antaranews&amp;utm_medium=desktop&amp;utm_campaign=top_news<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, TitikNalar &#8211; Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi mendatangi Polda Metro Jaya untuk memenuhi undangan klarifikasi terkait kasus tuduhan ijazah Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) palsu. Jadi yang saya terima itu undangan klarifikasi terkait dengan laporan Pak Jokowi. Saya sebagai warga negara yang baik yang taat hukum saya sedang dibutuhkan saat ini keterangannya, saya akan hadir, katanya. Saat ditemui di Polda Metro Jaya, Senin, Dian menduga undangan klarifikasi ini terkait dengan unggahan ijazah Jokowi di media sosial (medsos) X pada Selasa (1\/4). &#8220;Tapi enggak apa-apa mungkin ini ada pengembangan dari pihak Kepolisian, makannya saya hadir untuk menjelaskan,&#8221; katanya. Dia juga menjelaskan dirinya akan terbuka dan mempercayakan kepada pihak Kepolisian karena akan bekerja secara profesional. &#8220;Hari ini saya terpanggil karena hati nurani, saya akan membuka kebenaran ini, saya sudah melakukan penelitian dari awal. Saya bukannya memasang badan untuk Pak Jokowi tapi saya sedih Pak Jokowi digitukan oleh mereka,&#8221; kata Sandi. Saat dikonfirmasi terkait dokumen apa saja yang dibawa, dirinya menjelaskan tidak membawa apapun. \u201cTidak ada yang saya bawa, tapi nanti kalau dibutuhkan saya akan siapkan,\u201d kata Sandi. Sandi juga menegaskan postingan yang dilakukannya tidak ada arahan dari Ketua Umum PSI dan Jokowi. &#8220;Saya bergerak atas nama pribadi. Ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":775,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-774","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/774","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=774"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/774\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":777,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/774\/revisions\/777"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/775"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=774"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=774"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/titiknalar.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=774"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}