
MEDAN, titiknalar.com – Prof. Dr. H. Agussani, MAP resmi mengemban amanah baru sebagai Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) periode 2026–2030. Jabatan baru ini melengkapi rekam jejak panjangnya setelah sukses menuntaskan pengabdian sebagai Rektor UMSU selama 16 tahun (2010–2026).
Langkah estafet kepemimpinan ini ditandai dengan pelantikan Rektor UMSU yang baru, Prof. Akrim, MPd, pada akhir April 2026 lalu. Bagi Agussani, UMSU bukan sekedar tempat bekerja, melainkan rumah ideologi tempatnya tumbuh sejak menjadi mahasiswa pada tahun 1976.
Perjalanan Berliku: Dari Penjaga Malam hingga Kursi Rektor
Nostalgia perjuangan Agussani di Medan dimulai dengan modal nekat merantau dari kampung halamannya di Muara Uwai, Bangkinang, Riau. Demi bertahan hidup dan menempuh studi di SMA Muhammadiyah 1 Medan, ia melakoni berbagai pekerjaan kasar di sekolah tersebut.
“Saya pernah menjadi penjaga malam, petugas kebersihan (cleaning service), guru pembuat air minum, pengantar surat, hingga akhirnya dipercaya menjadi staf tata usaha,” kenang Agussani.
Kemandirian itu sebenarnya sudah tertanam sejak kecil. Di Bangkinang, ia sempat menjadi penjual es lilin, penjaja koran, hingga “reporter” keliling bioskop lokal menggunakan pengeras suara toa. Pengalaman masa kecil inilah yang membentuk mentalitas kerja keras dan kemampuan komunikasinya yang ulung.
Ahli Komunikasi dan Perajut Hubungan (Silah)
Kelebihan utama Profesor Ilmu Sosial ini terletak pada kemampuannya membangun jaringan atau yang dalam tradisi Melayu disebut dengan silah. Atas kontribusinya dalam merawat adat dan hubungan sosial, Kesultanan Negeri Serdang menganugerahinya gelar adat sebagai Datuk Mahesa Mukti pada Agustus 2020, setahun sebelum ia dikukuhkan sebagai Guru Besar pada Desember 2021.
Kemampuan silah ini pula yang menyelamatkan UMSU dari berbagai badai organisasi. Saat pertama kali menjabat sebagai rektor pada tahun 2010, UMSU berada dalam kondisi sulit dan terlilit utang. Mengandalkan kepala dingin, ia merangkul kelompok kontra, mengurangi pemaksaan mahasiswa, dan fokus pada perbaikan tata kelola institusi.
Warisan Prestasi Beraset Triliunan
Selama hampir dua dekade memimpin, Agussani mentransformasi UMSU menjadi salah satu perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia. Di bawah komandonya, UMSU berhasil:
– Melunasi seluruh utang masa lalu institusi.
– Meraih Akreditasi A yang kemudian ditingkatkan menjadi Akreditasi Unggul.
– Menerbitkan infrastruktur modern, termasuk Kampus Fakultas Kedokteran dan program Pascasarjana.
Melejitkan nilai aset universitas hingga mencapai level triliunan rupiah.
“Kuncinya adalah tata kelola. Saya selalu mengingat pesan dari Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah saat melantik saya tahun 2010 silam, yaitu tegakkan tata kelola universitas yang baik,” tegas Agussani.
Kini, lewat posisi barunya sebagai Ketua BPH UMSU, sang Datuk sekaligus Profesor ini siap mengawal arah strategi universitas demi memastikan roda kemajuan UMSU terus berputar di masa depan.
No Comments