
Siak, titiknalar.com – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Siak pada Kamis (27/8/2026) pagi sekitar pukul 08.30 WIB membawa duka mendalam bagi keluarga lansia. Sebuah pohon kelapa sawit tumbang dan membelah dua atap rumah hingga hancur berderai di Jalan Sukun, RT 003 RW 002, Desa Rantau Bertuah, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak.Jumat,(28/8/2026).

Rumah semi permanen berbahan triplek tersebut merupakan tempat tinggal M. Ditan (Wak Ditan), seorang kakek berusia 80 tahun, bersama anaknya, Santi, dan cucunya, Indrawati (55). Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa mencekam ini karena seluruh penghuni berada di luar bangunan saat pohon tersebut roboh.

Kejadian bermula ketika Wak Ditan sedang bersantai menikmati kopi pagi di halaman depan rumahnya. Secara mengejutkan, angin kencang datang dan langsung menumbangkan satu batang pohon sawit besar tepat di atas atap rumah mereka. Melihat tempat bernaungnya hancur dalam sekejap, tangis pria senja ini pecah di lokasi kejadian akibat syok berat dan tidak memercayai kenyataan pahit yang menimpanya.
Mendengar laporan dari masyarakat, Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, S.Ag., M.Si., langsung mengambil tindakan respon cepat. Beliau mengumumkan seluruh jajaran pemerintahan kabupaten untuk segera turun tangan dan mengerahkan segala jenis bantuan darurat ke lokasi musibah.

Saya pastikan Pemkab Siak hadir dan berdiri paling depan untuk memeluk dan membantu mengembalikan senyum Wak Ditan,” ungkap Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, S.Ag., M.Si., dengan nada penuh empati dan ketulusan mendalam.
Beliau juga menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak membiarkan korban teantar. “Masyarakat Siak adalah keluarga saya. Rasa sakit yang dialami Wak Ditan adalah duka kami semua. Saya sudah perintahkan jajaran terkait untuk mengurus seluruh kebutuhannya, mulai dari pangan hingga perumahan yang layak secepat mungkin,” tambah Syamsurizal, S.Ag., M.Si. memperkuat warga.
Saat ini, proses penanganan darurat telah berjalan kompak. Warga sekitar langsung bergotong-royong membantu membersihkan puing-puing triplek dan mengamankan barang berharga yang terhimpit pohon sawit, termasuk berhasil mengevakuasi tabung gas kosong milik Santi yang sempat tertimbun tanah.
Dalam acara serah terima bantuan darurat, Camat Minas, Nurfa Octolita, SE,. MSi bersama Perwakilan Kepala Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Siak, jumarno serta Anggota Bapekam, Abdul saputra menyalurkan bantuan jangka pendek berupa 15 kg beras Bulog dari Ibu Camat. Sedangkan untuk penanganan jangka panjang, atas atensi langsung dari Wakil Bupati, Syamsurizal, S.Ag., M.Si., korban diprioritaskan mendapat bantuan pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) dari program Baznas Siak agar Wak Ditan dan anak-anaknya dapat segera kembali memiliki tempat tinggal yang aman.
Di sore harinya, Bantuan tambahan susulan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak mengalir dalam bentuk bahan pokok, makanan siap saji, perlengkapan tidur, peralatan memasak, hingga perlengkapan sanitasi. Paket bantuan tersebut terdiri dari tenda, selimut, kasur, roti kaleng, minyak goreng, dan kecap. Selain itu, disalurkan pula pemenuh kebutuhan harian seperti mie instan, air minum kemasan gelas, serta air minum galon. Untuk menunjang aktivitas memasak dan kebersihan warga, pemkab juga menyertakan wajan, panci, sabun cuci piring, detergen bubuk, dan sampo.
No Comments